Britainaja – Gunung Bromo seolah tidak pernah kehabisan daya pikat untuk memanggil para penjelajah kembali. Memasuki Februari 2026, tren wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengalami pergeseran yang cukup menarik. Jika dahulu wisatawan hanya terpaku pada ritual berburu matahari terbit di Penanjakan, kini algoritma TikTok mulai mempopulerkan sisi-sisi lain yang lebih estetik dan “tersembunyi” bagi para kreator konten digital.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Bromo Hillside Cafe 360. Destinasi ini mendadak viral lantaran menawarkan pengalaman menyesap kopi di atas sky bridge dengan pemandangan melingkar tanpa batas. Dari titik ini, Anda bisa menyaksikan kemegahan empat gunung sekaligus—Semeru, Arjuno, Kawi, dan Bromo—dalam satu bingkai. Tak heran jika banyak TikToker menyebutnya sebagai spot “Negeri di Atas Awan” versi paling modern di Jawa Timur.
Selain tempat bersantai, tren menginap pun kini berubah arah. Spot Camping Estetik di sekitar Bukit Teletubbies mulai menjamur dan menjadi incaran milenial. Berbeda dengan berkemah konvensional, konsep yang di usung lebih ke arah glamping minimalis yang sangat “konten-able”. Bayangkan bangun tidur langsung di sambut hamparan savana hijau yang masih berselimut kabut tipis, sebuah momen yang hampir pasti mendapatkan ribuan likes saat di unggah ke media sosial.
Bagi mereka yang mencari ketenangan lebih dalam, Gunung Widodaren kini mulai naik daun sebagai alternatif bagi yang ingin menghindari kerumunan di kawah utama. Puncak dengan ketinggian 2.614 mdpl ini menyimpan nilai spiritual yang kuat bagi suku Tengger, namun bagi para pelancong, ia menawarkan latar belakang foto yang dramatis dengan dinding gunung yang bertekstur unik. Sisi autentik inilah yang di cari oleh audiens saat ini; mereka tidak lagi hanya mengejar destinasi populer, melainkan cerita dan visual yang belum banyak tersentuh.
Keberhasilan destinasi-destinasi ini menjadi viral di TikTok sebenarnya merupakan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi lokal. Namun, sebagai catatan penting bagi Anda yang ingin berkunjung, tren digital sering kali memicu lonjakan pengunjung yang tak terduga. Untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal tanpa gangguan keramaian, sangat di sarankan untuk melakukan reservasi jauh-hari dan memilih jadwal kunjungan pada hari kerja (weekday).
Meskipun visual di layar ponsel tampak begitu sempurna, cuaca di kawasan Bromo tetap sulit di tebak. Pastikan Anda selalu membawa pakaian hangat yang memadai dan memeriksa pembaruan status aktivitas vulkanik melalui kanal resmi TNBTS. Menjadi wisatawan yang cerdas bukan hanya tentang mendapatkan foto terbaik, tetapi juga tentang menjaga kelestarian alam dan menghormati adat istiadat Suku Tengger yang menjaga kawasan suci ini secara turun-temurun. (Tim)















