Britainaja – Banyak orang tua penasaran mengenai fase pertumbuhan fisik buah hati mereka, terutama anak perempuan. Pertumbuhan tinggi badan pada remaja putri merupakan proses biologis yang kompleks, melibatkan sinergi antara faktor genetik, asupan nutrisi, hingga peran hormon yang mulai aktif sejak masa pubertas.
Masa pubertas menjadi titik balik penting di mana hormon estrogen dan progesteron mulai bekerja secara aktif. Selain memicu perkembangan organ reproduksi, fase ini juga di tandai dengan lonjakan tinggi badan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
Namun, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa proses penambahan tinggi badan ini memiliki batas waktu. Mengetahui kapan masa pertumbuhan tersebut berakhir sangat krusial guna memantau kesehatan serta memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan optimal.
Usia Berapa Anak Perempuan Berhenti Tumbuh?
Secara medis, tidak ada angka pasti yang berlaku seragam untuk setiap anak karena perbedaan kondisi fisik masing-masing individu. Meski demikian, mayoritas remaja putri biasanya telah mencapai tinggi badan maksimal mereka saat memasuki usia 15 tahun.
Biasanya, anak perempuan akan mengalami fase lonjakan pertumbuhan (growth spurt) selama kurang lebih dua tahun di masa pubertas. Fase ini umumnya di mulai bersamaan dengan perkembangan payudara dan cenderung melambat secara drastis sekitar enam bulan sebelum datangnya siklus menstruasi pertama.
Mengutip penjelasan dari American Academy of Pediatrics (AAP) via BabyCenter, setelah mengalami menstruasi pertama (menarche), potensi pertumbuhan tinggi badan anak perempuan hanya tersisa sedikit. “Rata-rata anak perempuan masih bisa bertambah tinggi sekitar 5 cm setelah menstruasi pertamanya, namun pertumbuhan setelah titik itu biasanya sangat jarang terjadi,” tulis laporan tersebut.
Mengapa Pertumbuhan Berhenti?
Anak perempuan cenderung berhenti tumbuh lebih cepat di bandingkan laki-laki karena masa pubertas mereka di mulai lebih awal. Secara fisiologis, pertumbuhan terjadi pada bagian ujung tulang panjang di lengan dan kaki yang memiliki lempeng pertumbuhan.
Ketika menstruasi sudah rutin, kadar hormon estrogen yang meningkat akan memicu penutupan lempeng pertumbuhan tersebut. Begitu lempeng ini menutup, secara otomatis tinggi badan anak tidak akan bertambah lagi. Kendati demikian, faktor genetik dan pola hidup sehat terkadang memungkinkan sedikit penambahan tinggi hingga usia 16 atau 17 tahun pada beberapa kasus.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Akhir Pertumbuhan
Tinggi badan maksimal tidak hanya soal usia, tapi juga kualitas hidup. Masalah kekurangan gizi atau adanya penyakit kronis tertentu bisa menjadi penghambat utama pertumbuhan anak, bahkan dapat menghentikannya lebih awal dari yang seharusnya.
Untuk mendukung perkembangan tulang yang ideal, orang tua di sarankan memastikan anak mendapatkan asupan kalsium, vitamin D, dan protein yang mencukupi. Selain nutrisi, aktivitas fisik ringan namun rutin seperti berenang, bersepeda, atau berjalan kaki sangat di anjurkan untuk menjaga kesehatan tulang tanpa risiko cedera berlebih. (Tim)















