Britainaja – Penggunaan mobil listrik di Indonesia semakin meningkat seiring bertambahnya model dan jaringan pengisian daya. Meski begitu, pemilik kendaraan listrik perlu memahami cara mengisi daya yang tepat agar baterai awet dan tahan lama.
Direktur Utama Charge+ Indonesia, Anthony Utomo, menekankan pentingnya menjaga kapasitas baterai sebelum pengisian. “Baterai tidak boleh kurang dari 20 persen untuk menjaga kualitasnya,” ujar Anthony saat peresmian SPKLU Urban Hub di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selain menjaga level baterai, Anthony menyarankan penggunaan kendaraan dalam kondisi normal, tanpa dipaksa berlebihan.
Mobil listrik sudah di lengkapi Battery Management System (BMS) yang melindungi baterai selama pengisian. Dengan sistem ini, baik slow charging maupun ultra fast charging aman selama mengikuti standar.
SPKLU juga wajib menyediakan perangkat keamanan, seperti breaker, safety circuit, dan apar khusus mobil listrik, untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Kombinasi perlindungan dari kendaraan dan infrastruktur memastikan baterai tetap sehat dan pengisian daya aman. (Tim)















