Britainaja – Penyanyi berbakat Tiara Andini baru-baru ini berbagi pengalaman pahit mengenai insiden pelecehan yang di alaminya di tengah kerumunan penggemar. Peristiwa tidak pantas tersebut terjadi saat ia berupaya menuju mobilnya, tepat seusai menghadiri sebuah acara publik. Kejadian ini menimbulkan trauma mendalam bagi solois jebolan Indonesian Idol tersebut dan menjadi sorotan serius tentang etika penggemar terhadap figur publik.
Meskipun telah mendapatkan pengawalan ketat dari tim keamanan, antusiasme penggemar yang membludak membuat situasi menjadi sangat padat dan sulit di kendalikan. Dalam kondisi berdesakan itulah, penyanyi berusia 24 tahun ini mengaku mengalami tindakan pelecehan fisik yang membuatnya terkejut, merasa terganggu, dan sangat tidak nyaman.
Pengalaman traumatis ini di bagikan oleh Tiara Andini dalam sebuah sesi podcast yang dipandu oleh Sara Wijayanto. Pengakuan tersebut dapat disimak dalam unggahan di kanal YouTube Comic 8 Revolution pada Minggu, 9 November 2025.
Tiara menceritakan kronologi saat ia berusaha menembus kerumunan. “Memang lagi ramai aja kanan kiri, aku mau masuk ke mobil. Sudah dijagain sebenarnya sama guard, cuma tangannya bisa masuk, jadi kayak tangan aku dicubit diremet gitu,” ungkapnya, menjelaskan situasi yang tidak terhindarkan di tengah padatnya penonton.
Pelantun lagu hit “Janji Setia” ini menyayangkan perlakuan tidak sopan tersebut. Ia menduga tindakan itu mungkin dilakukan karena rasa gemas yang berlebihan dari penggemar.
“Mungkin gemas kali ya, cuma mungkin ada pilihan lain ya untuk tidak melakukan itu,” ujar Tiara Andini. Ia menekankan bahwa bentuk kasih sayang atau kekaguman terhadap seorang idola seharusnya tidak pernah diekspresikan dengan cara yang melanggar batas fisik dan personal.
Tiara Andini, yang memulai kariernya dari kontes Indonesian Idol musim kesepuluh, juga mengakui bahwa insiden pelecehan fisik serupa bukan hanya terjadi satu kali. Ia pernah mengalami kejadian yang lebih parah yang melibatkan sentuhan pada area tubuh yang seharusnya tidak dipegang.
“Atau mungkin bagian-bagian tubuh yang enggak seharusnya dipegang, itu aku pernah juga,” tuturnya dengan nada suara yang terdengar kecewa. Serangkaian insiden ini meninggalkan bekas emosional yang mendalam, membuatnya kini selalu berada dalam kondisi siaga ketika berhadapan dengan keramaian.
Sebagai reaksi protektif, Tiara mengaku kini secara otomatis akan mengambil posisi defensif. “Jadi aku semenjak kejadian itu, aku selalu gini (menutup dada) kalau mau jalan,” ungkapnya, menunjukkan betapa traumatisnya pengalaman tersebut. Pengakuan ini memberikan perspektif humanis tentang tantangan yang dihadapi figur publik di ruang publik.
Pihak manajemen Tiara Andini sendiri telah mengambil langkah maksimal untuk memastikan keamanan sang artis dalam setiap kegiatan publiknya. Namun, seperti yang diakui oleh Tiara, insiden pelecehan fisik sering kali merupakan “hal-hal tidak terduga” yang sulit di antisipasi sepenuhnya.
“Dari internal kita udah berusaha menjaga semaksimal mungkin, cuma kalau dari luarnya seperti itu ya, ya gimana ya itu hal-hal tidak terduga sih,” jelas penyanyi kelahiran Jember tersebut, mengungkapkan frustrasi atas situasi di luar kendali manajemen.
Tiara juga tidak menutupi perasaan kaget, sedih, bahkan ingin marah saat mengingat kembali insiden tersebut. Ia menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan imbauan yang tegas kepada seluruh penggemar.
Ia mengerti bahwa banyak yang ingin di-notice, berfoto, atau sekadar menyapa idola mereka. Namun, ia berharap agar para penggemar dapat bertindak lebih bijak dalam mengekspresikan kekaguman.
“Cuma sebaiknya kita bersikap sewajarnya ya, jangan seperti itu apalagi sampai menyakiti, sampai masuk ke pelecehan, baik itu sengaja atau bukan tapi yang aku rasakan sebagai publik figur pastinya enggak nyaman,” tutupnya, menekankan pentingnya batasan dan rasa hormat terhadap ruang pribadi seorang idola. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi komunitas penggemar di Indonesia untuk menjunjung tinggi etika dan keamanan idola mereka. (Tim)















