Britainaja – Ajang kontes kecantikan Miss Universe 2025 yang diselenggarakan di Thailand kembali di warnai insiden tak terduga menjelang malam puncak. Setelah sebelumnya muncul kabar mengenai aksi walkout kontestan, kini di laporkan sejumlah finalis mengalami keracunan makanan, termasuk perwakilan dari Indonesia, Sanly Liu.
Sanly Liu, Miss Universe Indonesia 2025, mengonfirmasi kondisinya melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya pada Rabu (12/11/2025). Akibat insiden ini, sejumlah kontestan yang menjadi korban terpaksa membatalkan partisipasi mereka dalam beberapa rangkaian acara.
Kondisi Sanly Liu dan Kontestan Lain
Dalam keterangannya, Sanly Liu membenarkan bahwa ia mengalami keracunan makanan. Beruntung, Sanly bergerak cepat dengan segera membatalkan jadwal acara dan memilih beristirahat begitu gejala awal muncul. Tindakan sigap ini membantu mencegah sakitnya menjadi parah.
“Di sini aku keracunan makanan cuma untungnya tim di sini gercep dan aku langsung cancel acara, dan istirahat waktu masih gejala awal. Gak maksain ikut acara jadinya gak sampai parah banget sakitnya,” tulis Sanly, seperti yang di kutip.
Berdasarkan laporan media setempat, beberapa finalis lain yang turut menjadi korban keracunan berasal dari Guyana, Estonia, Honduras, Panama, Kroasia, Kolombia, dan Uruguay. Sanly juga menyampaikan bahwa beberapa rekannya bahkan sudah harus di rawat di rumah sakit. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan para kontestan agar bisa tampil di malam puncak.
Dugaan awal, keracunan makanan ini terjadi setelah para kontestan melakukan jamuan makan bersama di hotel tempat mereka menginap. Para peserta yang menjadi korban langsung mendapatkan penanganan medis yang cepat dari pihak penyelenggara. Malam puncak Miss Universe 2025 sendiri dijadwalkan akan digelar pada 21 November 2025.
Rangkaian Kontroversi Sebelum Final
Insiden keracunan makanan ini menambah daftar kontroversi yang mewarnai gelaran Miss Universe 2025. Sebelumnya, ajang tersebut sempat tegang akibat aksi walkout yang di lakukan oleh Miss Meksiko, Fatima Bosch.
Aksi tersebut di picu setelah Fatima di permalukan di depan umum oleh Direktur Miss Universe 2025, Nawat Itsaragrisil. Insiden itu terjadi saat momen siaran langsung di media sosial. Nawat terlihat menegur Bosch di hadapan kontestan lain karena ia di anggap tidak menghadiri sesi pemotretan sponsor dan kurang mempromosikan Thailand sebagai tuan rumah di akun media sosialnya.
Situasi semakin memanas ketika Nawat meminta Fatima Bosch berdiri di depan kamera untuk memberikan penjelasan terbuka, bahkan melontarkan kata-kata kurang pantas yang bersifat merendahkan. Merasa tidak nyaman di tegur di depan publik, Fatima Bosch memilih meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes. Aksi walkout Bosch ini di ikuti oleh sejumlah kontestan lain sebagai bentuk solidaritas, termasuk Miss Universe 2024, Victoria Theilvig.
Setelah insiden tersebut, ketegangan kian memuncak ketika Jorge Figueroa, Direktur Miss Universe Meksiko, sempat di tangkap polisi setelah di laporkan oleh Nawat Itsaragrisil, Direktur Miss Universe Thailand, meskipun kemudian ia dibebaskan. (Tim)















