Britainaja – Penyanyi solo kenamaan, Raisa Andriana, tampil memukau di gelaran ke-48 Jazz Goes To Campus (JGTC) FEB UI. Dalam pertunjukan yang di sajikan pada Minggu (9/11) malam, Raisa sukses memberikan penampilan yang megah dan sangat menghibur ribuan penonton.
Namun, di tengah interaksi yang biasanya ceplas-ceplos dan spontan, Raisa kali ini terlihat lebih berhati-hati dalam bertutur kata. Ia secara terbuka menyampaikan alasan di balik sikapnya yang lebih irit bicara tersebut.
Khawatir Salah Bicara di Era Digital
Di sela-sela penampilannya, Raisa menyampaikan alasannya kepada penonton. Ia mengakui adanya kekhawatiran yang ia rasakan terhadap potensi ucapan panggungnya menjadi viral dan menimbulkan kesalahpahaman di ruang digital.
“Gimana, ya, biar enggak salah omong, takut viral,” ucap Raisa, menanggapi situasi yang umum terjadi di media sosial saat ini. “Empat hari ini aku benar-benar overthinking banget, jadi mending enggak usah ngomong daripada salah,” tambahnya.
Pengakuan ini menyoroti bagaimana musisi dan figur publik kini harus menimbang setiap kata yang di ucapkan di panggung, mengingat cepatnya penyebaran informasi dan potensi munculnya kontroversi.
Musik Berbicara Lebih Lantang
Walaupun lebih irit bicara, Raisa justru menyalurkan seluruh emosinya melalui lagu-lagu yang di bawakan. Ini membuktikan bahwa bagi seorang seniman sejati, musik dapat berbicara lebih lantang daripada kata-kata.
Ia membuka sesi pertunjukan dengan tembang-tembang yang kuat secara emosional, seperti Terserah dan Serba Salah. Langkah ini segera menarik perhatian dan membuat penonton larut dalam suasana yang di bangunnya.
Setelah momen emosional tersebut, Raisa menghanyutkan penonton dengan lagu-lagu romantis yang telah menjadi signature-nya. Termasuk di antaranya adalah Jatuh Hati dan Awal Kisah Selamanya.
Pesan Universal tentang Saling Menghargai
Meskipun membatasi interaksi, Raisa tetap menyempatkan diri untuk menyampaikan pesan mendalam yang bersifat universal. Sebelum membawakan lagu Si Paling Mahir, ibu dari Zalina ini mengajak penonton untuk tidak mudah menghakimi orang lain.
Raisa mengingatkan agar setiap orang berhati-hati dalam berprasangka buruk. “Kalau kamu mau jelekkin orang, sebel sama orang, pikir-pikir. Karena kamu enggak tahu apa yang lagi dialami,” pesannya.
Ia menekankan bahwa penampilan luar seseorang seringkali menipu. “Mungkin kamu lihat orang yang enggak pernah marah, itu sebenarnya dia lagi menenangkan sesuatu yang ada di hidupnya,” lanjutnya. Pesan ini terasa sangat relevan di tengah isu kesehatan mental dan budaya saling menghakimi di ruang digital.
Penampilan Raisa di JGTC 2025 ditutup dengan sukses lewat rentetan lagu-lagu hits. Penonton larut dalam kebahagiaan, melompat dan bernyanyi bersama saat Raisa membawakan Mantan Terindah, Could It Be, dan Kali Kedua.
Festival musik JGTC ke-48 yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini juga dimeriahkan oleh musisi papan atas lainnya. Deretan nama besar yang turut tampil termasuk Tulus, MALIQ & D’Essentials, Barasuara, GAC, Adikara, Bilal Indrajaya, Monita Talahea, dan Wijaya 80. (Tim)















