Britainaja, Jakarta – Optimisme kuat mengenai masa depan ekonomi nasional datang dari kalangan pemerintahan. Menteri Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa perekonomian Indonesia berpotensi besar untuk mencapai pertumbuhan fantastis, bahkan hingga menyentuh angka 8 persen dalam beberapa tahun mendatang. Keyakinan ini didasari pada arah kebijakan fiskal dan moneter yang saat ini sudah berada di jalur yang benar untuk mendorong akselerasi.
Purbaya menjelaskan bahwa saat ini, perekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren yang sangat positif dan terus menguat dari tahun ke tahun. Pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini mencapai 5,67 persen. Selain itu, target pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan juga dipatok lebih ambisius di level 6 persen.
Strategi Kebijakan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pernyataan optimistis mengenai potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen itu di sampaikan Purbaya usai memberikan kuliah umum. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga.
“Ini bagus sekali. Saya mensosialisasikan kebijakan pemerintah dan langkah-langkah ke depan untuk memastikan ekonomi kita tumbuh lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat. Pada suatu saat, mungkin beberapa tahun lagi bisa mencapai 8 persen,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari siaran Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 12 November 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Purbaya turut memperkenalkan sebuah filosofi ekonomi yang ia sebut “Sumitronomics”. Filosofi ini dirancang untuk mencapai keseimbangan melalui tiga pilar fundamental, yaitu: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan manfaat pembangunan di seluruh lapisan masyarakat, dan terciptanya stabilitas nasional yang dinamis.
Tiga Mesin Utama Penggerak Ekonomi
Purbaya menekankan bahwa kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih cepat terletak pada sinkronisasi dan keseimbangan tiga mesin utama. Mesin-mesin ini harus bekerja secara harmonis demi mencapai target yang ditetapkan.
Ketiga mesin utama yang dimaksudkan adalah:
- Kebijakan Fiskal (pengaturan anggaran dan perpajakan oleh pemerintah).
- Kebijakan Moneter (pengaturan suku bunga dan likuiditas oleh bank sentral).
- Aktivitas Sektor Swasta (investasi dan konsumsi masyarakat).
Menurutnya, jika ketiga mesin ini berjalan seiringan dan saling mendukung, target pertumbuhan tinggi, termasuk angka 8 persen, bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang mungkin dicapai.
Menumbuhkan Optimisme di Kalangan Generasi Muda
Di tengah upayanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menyoroti peran penting generasi muda. Ia merasa perlu menumbuhkan rasa optimisme yang kuat di kalangan mahasiswa dan kaum muda terkait arah kebijakan ekonomi nasional saat ini.
Purbaya berpendapat bahwa anak muda, sebagai agen perubahan masa depan, wajib memahami setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemahaman ini sangat krusial agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Jadi mahasiswa harus tahu apa saja kegiatan pemerintah dan mengapa mereka harus optimis. Langkah-langkah yang kita ambil sudah tepat karena ekonomi betul-betul terjaga,” tegas Purbaya, mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi adalah modal utama untuk mencapai pertumbuhan tinggi.
Pernyataan Menteri Purbaya ini memberikan dorongan moral yang signifikan, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk tidak hanya mempertahankan pertumbuhan yang ada, tetapi juga untuk mengakselerasinya secara signifikan dalam waktu dekat. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen menjadi sinyal bahwa pemerintah siap tancap gas pada pembangunan ekonomi di masa mendatang. (Tim)















