Britainaja – Sepuluh perempuan inspiratif yang merupakan finalis Miss Japan baru saja menyapa publik Indonesia dalam acara meet and greet yang meriah di Victoria Square, Cimone, Kota Tangerang. Kehadiran mereka bukan sekadar urusan kontes kecantikan semata, melainkan menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan kehangatan Indonesia dengan keanggunan Jepang melalui kuliner dan program advokasi.
Ruby Herman, perwakilan manajemen Victoria Square, mengungkapkan bahwa acara ini di rancang sebagai wadah kolaborasi lintas negara. Melalui sesi tatap muka ini, para finalis di berikan ruang untuk memamerkan bakat serta memaparkan isu sosial yang mereka perjuangkan. Harapannya, masyarakat lokal bisa mengenal lebih dekat sosok di balik gelar Miss Japan tersebut.
Momentum ini juga di manfaatkan sebagai ajang memperluas jaringan bagi generasi muda. Banyak komunitas putri kecantikan dan yayasan lokal asal Indonesia yang ikut hadir. Menurut Ruby, interaksi semalam membuka peluang bagi anak muda untuk saling bertukar pikiran dan membangun hubungan profesional di level internasional. Belajar mengenai etos kerja Jepang maupun kekayaan kuliner satu sama lain di anggap sebagai langkah positif untuk pengembangan karier mereka di masa depan.
Agenda utama para finalis di Tangerang memang cukup padat, puncaknya adalah sesi penentuan pemenang yang di gelar langsung di lokasi tersebut. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, namun juga menggali kedalaman perilaku (behavior), talenta unik, serta sejauh mana advokasi mereka dapat berdampak bagi masyarakat luas.
Nao Kawada, Miss Supranational Japan 2025 yang turut hadir, memberikan pesan menyentuh. Ia memandang pertemuan di Tangerang ini lebih dari sekadar pertemanan biasa. Baginya, pertukaran budaya dan pemahaman antar-bangsa melalui ajang seperti ini merupakan langkah kecil untuk menciptakan harmoni yang lebih besar di dunia.
Acara bertajuk “The Crown of Japan 2026 Competition” ini merupakan buah kerja sama apik antara Victoria Square, RINS, dan KOMBIS. Kota Tangerang sukses membuktikan diri sebagai tuan rumah yang ramah bagi event internasional. Sederet nama seperti Yuri Dozono, Sadia Nagatori, hingga Alina Ito dari Okinawa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini, sekaligus mencicipi keragaman budaya yang di tawarkan kota benteng tersebut.
Mengapa Diplomasi Kecantikan Itu Penting?
Kehadiran ajang internasional seperti Miss Japan di level lokal seperti Cimone menunjukkan bahwa Tangerang memiliki daya tarik strategis untuk wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kolaborasi semacam ini sangat efektif untuk meningkatkan branding kota di mata dunia. Bagi pelaku usaha lokal, ini adalah peluang emas untuk memperkenalkan produk kuliner asli Tangerang kepada tamu mancanegara yang memiliki standar apresiasi tinggi.
Selain itu, pertukaran budaya ini memberikan edukasi langsung mengenai nilai-nilai kedisiplinan dan tata krama (omotenashi) khas Jepang yang bisa di adaptasi oleh para pelaku industri kreatif di Indonesia. Hubungan bilateral yang terjalin lewat jalur non-formal seperti ini seringkali jauh lebih membekas di hati masyarakat di bandingkan jalur birokrasi kaku. (Tim)















