Britainaja – Bagi setiap Muslim laki-laki, suara azan Jumat bukan sekadar penanda waktu istirahat tengah hari. Momen ini merupakan panggilan menuju “hari raya mingguan” yang sarat dengan limpahan rahmat. Di tengah kesibukan pekerjaan atau studi yang menyita energi, sholat Jumat hadir sebagai oase spiritual untuk mengisi ulang iman yang mungkin mulai meredup selama sepekan.
Namun, seringkali kita datang ke masjid hanya sebagai penggugur kewajiban tanpa benar-benar meresapi kemuliaan yang ada di dalamnya. Padahal, setiap langkah kaki menuju masjid dan setiap untaian khotbah yang didengar memiliki nilai yang mampu mengubah kehidupan spiritual seseorang secara signifikan.
Pembersih Dosa Antara Dua Jumat
Satu rahasia besar di balik ibadah ini adalah perannya sebagai pemutih lembaran amal. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sholat Jumat ke sholat Jumat berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antaranya. Tentu dengan catatan, kita tidak melakukan dosa besar yang membutuhkan pertobatan khusus.
Kesempatan emas ini memungkinkan kita memulai lembaran baru setiap minggunya. Bayangkan, beban pikiran dan kesalahan kecil yang tidak sengaja kita perbuat selama enam hari ke belakang bisa luntur hanya dengan melaksanakan sholat dua rakaat ini dengan penuh kekhusyukan dan mengikuti adab-adabnya secara sempurna.
Pahala Berangkat Awal: Setara Berkurban Unta
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa datang lebih awal ke masjid sangat di tekankan? Ada “kompetisi” kebaikan yang terjadi sebelum khatib naik ke mimbar. Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid untuk mencatat siapa saja yang datang paling awal.
Bagi mereka yang hadir di waktu pertama, pahalanya di ibaratkan seperti berkurban seekor unta. Gelombang berikutnya mendapatkan pahala setara berkurban sapi, kambing, ayam, hingga sebutir telur bagi mereka yang datang paling akhir sebelum lembaran catatan malaikat di tutup. Ini adalah cara Allah mendidik kita untuk menghargai waktu dan menempatkan urusan akhirat sebagai prioritas utama di atas transaksi duniawi.
Adab Sholat Jumat yang Sering Terlupakan
Keutamaan sholat Jumat tidak bisa di raih secara instan tanpa memperhatikan etika jurnalisme ibadah yang benar. Banyak jamaah yang masih berbicara atau bermain ponsel saat khotbah berlangsung. Tindakan ini bisa membuat ibadah Jumat Anda menjadi sia-sia atau “lagha” (tidak bernilai pahala jumat).
Sangat di sarankan untuk melakukan mandi sunnah Jumat, memotong kuku, dan merapikan kumis sebelum berangkat. Menggunakan pakaian putih yang bersih serta minyak wangi akan menambah kenyamanan jamaah lain di sekitar Anda. Menciptakan lingkungan ibadah yang kondusif adalah bagian dari sedekah sosial yang nyata di dalam masjid.
Waktu Mustajab yang Tersembunyi
Hari Jumat memiliki satu waktu rahasia di mana doa tidak akan tertolak. Meskipun ada perbedaan pendapat, banyak ulama menitikberatkan waktu ini berada di antara dua khotbah atau menjelang waktu Magrib. Sholat Jumat menjadi jembatan bagi kita untuk berada di lingkungan masjid pada waktu-waktu istimewa tersebut.
Memperbanyak doa di sela-sela ibadah Jumat, baik untuk urusan keluarga, kelancaran rezeki, maupun kedamaian bangsa, adalah langkah cerdas bagi setiap Muslim. Jadikan setiap sujud di hari Jumat sebagai sarana komunikasi paling intim dengan Sang Pencipta. (Tim)















