Mengapa 10 Malam Pertama Ramadhan Begitu Istimewa bagi Kita?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa 10 Malam Pertama Ramadhan Begitu Istimewa bagi Kita? (Foto: AI)

Mengapa 10 Malam Pertama Ramadhan Begitu Istimewa bagi Kita? (Foto: AI)

Britainaja – Menghitung hari menuju bulan suci, ada getaran syukur yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Namun, seringkali semangat kita justru kendor saat baru saja memulai perjalanan. Padahal, sepuluh hari pertama Ramadhan bukan sekadar masa penyesuaian fisik melawan lapar dan dahaga. Ini adalah gerbang “Rahmat” di mana pintu kasih sayang Allah terbuka seluas-luasnya bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh.

Momentum awal ini menjadi pondasi krusial. Jika Anda berhasil membangun ritme ibadah yang kuat di fase ini, maka hari-hari berikutnya akan terasa lebih ringan. Mari kita bedah mengapa fase ini disebut sebagai periode emas yang tidak boleh terlewatkan begitu saja.

Fase Rahmat: Waktu Allah Memanjakan Hamba-Nya

Ulama membagi Ramadhan ke dalam tiga fase utama, dan sepuluh hari pertama adalah fase kasih sayang (rahmat). Pada periode ini, Allah memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mendekat. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta setelah setahun penuh disibukkan oleh urusan dunia.

Bayangkan Anda sedang berada di garis start sebuah perlombaan besar. Sepuluh malam pertama adalah momen untuk mengumpulkan energi spiritual. Allah memberikan limpahan pahala yang berlipat ganda pada setiap sujud dan dzikir yang Anda panjatkan di keheningan malam.

Baca Juga :  Grup WhatsApp Video Viral yang Menjadi Magnet Warganet

Keistimewaan yang Mengubah Hidup

Selain limpahan kasih sayang, ada beberapa poin utama yang membuat awal Ramadhan terasa berbeda:

1. Momentum Perubahan Kebiasaan

Banyak orang merasa sulit meninggalkan kebiasaan buruk. Di sepuluh malam pertama, atmosfer spiritual sangat mendukung transisi ini. Lingkungan yang sama-sama beribadah menciptakan energi positif yang memudahkan Anda untuk lebih sabar dan menjaga lisan.

2. Doa-Doa yang Mustajab

Pintu langit terbuka lebar. Waktu sahur dan menjelang berbuka adalah saat-saat paling “tajam” untuk melangitkan doa. Gunakan malam-malam awal ini untuk meminta segala hajat, mulai dari ketenangan hati hingga keberkahan rezeki.

3. Persiapan Menuju Lailatul Qadar

Anda tidak bisa tiba-tiba kuat beribadah semalam suntuk di akhir Ramadhan tanpa latihan. Sepuluh malam pertama berfungsi sebagai ajang “pemanasan” agar jiwa dan raga siap menyambut malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga :  Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile 26 Februari 2026 Spesial Pack Pemain Bintang

Tips Praktis Agar Ibadah Tidak Sekadar Rutinitas

Agar sepuluh malam pertama Anda tidak berlalu begitu saja, cobalah menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar ini:

  • Buat Target Harian: Jangan hanya “mengalir”. Tentukan target tilawah Al-Qur’an dan jenis sedekah yang ingin dilakukan setiap hari.

  • Kurangi Distraksi Digital: Batasi penggunaan media sosial, terutama setelah tarawih. Gunakan waktu tersebut untuk bermuhasabah atau membaca buku agama.

  • Jaga Kualitas Tidur: Tidur lebih awal setelah tarawih agar Anda bisa bangun sahur dengan kondisi segar dan punya waktu ekstra untuk shalat tahajud.

  • Hadirkan Hati dalam Setiap Ibadah: Saat shalat tarawih, cobalah memahami makna bacaan imam. Hal ini akan membuat ibadah terasa lebih syahdu dan tidak membosankan.

Melewati sepuluh malam pertama dengan maksimal adalah bukti cinta kita kepada bulan suci ini. Mari jadikan awal Ramadhan kali ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan-Nya. (Tim)

Berita Terkait

Mengapa Sholat Jumat Sangat Istimewa bagi Muslim
Panen Pahala Berlipat, Ini Daftar Amalan Utama di Hari Jumat Bulan Ramadan
Hal Makruh saat Puasa yang Jarang Disadari Umat Muslim
Bolehkah Menggabungkan Puasa Nazar dengan Ramadhan? Ini Penjelasannya
Panduan untuk Suami Istri saat Ramadhan
Pasar Ramadhan Online Kian Menjamur, Akankah Tradisi Berburu Takjil Lenyap?
Sengaja Batalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur? Simak Hukum dan Cara Menebusnya
Destinasi Wisata Religi Paling Menenangkan untuk Menanti Waktu Berbuka
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:05 WIB

Mengapa 10 Malam Pertama Ramadhan Begitu Istimewa bagi Kita?

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:30 WIB

Mengapa Sholat Jumat Sangat Istimewa bagi Muslim

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:00 WIB

Panen Pahala Berlipat, Ini Daftar Amalan Utama di Hari Jumat Bulan Ramadan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:39 WIB

Hal Makruh saat Puasa yang Jarang Disadari Umat Muslim

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:00 WIB

Bolehkah Menggabungkan Puasa Nazar dengan Ramadhan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru