Cuma Modal Drum Bekas! 5 Ide Ternak Rumahan Ini Ramah Kantong dan Cepat Cuan

Sulap Drum Plastik Menjadi Kolam Lele dan Sayur Sekaligus

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hewan yang Bisa Diternak di Drum Bekas dengan Modal Minim. Foto: Gemini

Hewan yang Bisa Diternak di Drum Bekas dengan Modal Minim. Foto: Gemini

Britainaja – Anda ingin memulai usaha peternakan tapi terbentur keterbatasan lahan dan modal? Jangan berkecil hati. Kini, Anda bisa menyulap halaman rumah yang sempit menjadi mesin pencetak uang. Caranya sangat mudah, yaitu memanfaatkan drum bekas sebagai wadah budidaya.

Modifikasi sederhana pada drum plastik atau besi mampu menciptakan ruang tumbuh yang ideal bagi hewan ternak. Selain hemat tempat, metode ini juga menghemat dompet Anda.

Berikut lima pilihan hewan yang bisa Anda ternakkan di dalam drum bekas dengan perawatan mudah dan potensi keuntungan yang menggiurkan.

1. Ikan Lele (Sistem Budidamber)

Budidaya ikan lele dalam drum plastik menjadi salah satu bisnis mikro yang paling populer saat ini. Hewan ini memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa, sehingga sangat cocok bagi peternak pemula.

  • Mengapa Memilih Drum? Drum plastik ukuran 200 liter mampu menampung 100 hingga 150 ekor bibit lele sampai masa panen. Istimewanya, lele memiliki organ pernapasan tambahan bernama labirin. Artinya, Anda tidak perlu membeli aerator listrik yang mahal.

  • Cara Memulai: Posisikan drum secara berdiri lalu potong bagian atasnya. Isi air hingga tiga perempat bagian dan diamkan selama 2-3 hari sampai lumut alami tumbuh. Setelah itu, Anda baru bisa memasukkan bibit lele.

  • Tips Tambahan: Anda bisa menggantung gelas plastik berisi tanaman kangkung di bibir drum. Sistem akuaponik sederhana ini memberi Anda dua keuntungan sekaligus: panen ikan dan panen sayuran segar dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan saja.

2. Jangkrik (Pakan Burung & Reptil)

Permintaan pasar terhadap jangkrik tidak pernah surut. Para pencinta burung kicau, ikan hias, dan reptil selalu berburu jangkrik setiap hari sebagai pakan utama hewan peliharaan mereka.

  • Mengapa Memilih Drum? Dinding dalam drum besi atau plastik memiliki permukaan yang sangat licin. Karakteristik ini membuat jangkrik tidak mampu merayap naik untuk melarikan diri. Anda pun bisa menghemat biaya karena tidak perlu membuat penutup kandang yang rumit.

  • Cara Memulai: Rebahkan drum (posisi horizontal) lalu belah menjadi dua bagian. Pastikan kondisi dalam drum benar-benar kering. Susun karton wadah telur (egg tray) bekas di dalamnya sebagai tempat bersembunyi jangkrik.

  • Tips Tambahan: Berikan dedak padi atau pur ayam kering sebagai pakan. Ganti mangkuk air dengan irisan gedebog pisang atau pepaya muda agar jangkrik tidak mati tenggelam.

Baca Juga :  Bosan Sate? Ini 10 Ide Olahan Daging Kurban Praktis dan Menggugah Selera

3. Belut Darat (Media Lumpur)

Dahulu, budidaya belut membutuhkan lahan sawah yang luas. Sekarang, Anda bisa memelihara belut dengan cara yang lebih bersih dan praktis tepat di pekarangan rumah.

  • Mengapa Memilih Drum? Wadah drum mengunci pergerakan belut agar tidak kabur ke dalam tanah. Selain itu, Anda bisa mengontrol pemberian nutrisi dan memantau perkembangan belut dengan lebih mudah.

  • Cara Memulai: Gunakan drum plastik posisi berdiri. Buat media tumbuh dengan menyusun tiga lapisan: jerami padi yang sudah membusuk pada bagian paling bawah, ampas tahu atau pupuk kandang matang pada bagian tengah, dan lumpur sawah setebal 30–40 cm pada lapisan teratas.

  • Tips Tambahan: Genangi lumpur dengan air setinggi 5 cm. Masukkan bibit belut dan beri mereka pakan berkualitas secara berkala, seperti cacing tanah atau cacahan keong mas.

4. Maggot BSF (Black Soldier Fly)

Larva dari lalat tentara hitam (maggot BSF) mengandung protein yang sangat tinggi. Peternak ayam, bebek, dan ikan kerap memburu maggot sebagai pakan alternatif demi menekan biaya pur pabrikan yang kian melambung.

  • Mengapa Memilih Drum? Aktivitas maggot saat mengurai sampah organik selalu menghasilkan panas mikro. Drum plastik mampu mengunci kehangatan ini dengan baik, sehingga memicu maggot untuk makan lebih rakus dan tumbuh lebih cepat.

  • Cara Memulai: Belah drum secara horizontal menjadi dua bak pendek. Masukkan sampah organik dari dapur Anda, seperti sisa nasi, sayuran, atau buah busuk.

  • Tips Tambahan: Tebarkan telur atau bibit mini maggot di atas tumpukan sampah tersebut. Keuntungan bisnis ini sangat menggiurkan karena modal pakan Anda murni nol rupiah.

Baca Juga :  12 Ide Jualan Sarapan yang Laris, Siap-Siap Kebanjiran Cuan Tiap Pagi

5. Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus)

Jangan sepelekan hewan melata ini. Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan baku utama industri obat herbal (seperti obat tipes), kosmetik, hingga pakan ikan hias.

  • Mengapa Memilih Drum? Cacing tanah sangat membenci cahaya matahari langsung (fotofobik). Mereka membutuhkan tempat yang gelap, lembap, dan sejuk. Drum bekas yang Anda letakkan di tempat teduh mampu menjaga kelembapan ideal yang cacing butuhkan.

  • Cara Memulai: Belah drum secara membujur (posisi tidur) hingga membentuk bak panjang. Buat lubang-lubang kecil seukuran jarum di bagian bawah drum sebagai saluran pembuangan air. Langkah ini penting agar media tanah tetap lembap dan tidak becek.

  • Tips Tambahan: Isi bak dengan campuran tanah humus, serbuk gergaji lapuk, dan kompos. Berikan pakan berupa ampas tahu atau sisa sayuran dapur secara rutin.

Tips Sukses dan Aman untuk Peternak Pemula

Perhatikan Jenis Drum Anda!

  • Jika menggunakan drum besi: Lapisi bagian dalam drum dengan cat anti-karat atau lembaran plastik tebal. Langkah ini mencegah zat karat larut ke dalam air yang bisa meracuni hewan ternak Anda (terutama lele dan belut).

  • Jika menggunakan drum plastik bekas bahan kimia/sabun: Cuci drum berkali-kali menggunakan sabun sampai benar-benar bersih. Setelah itu, jemur drum di bawah terik matahari sampai bau menyengat hilang total sebelum Anda memasukkan hewan ternak. Keselamatan hewan adalah kunci utama keberhasilan bisnis Anda! (Tim)

Berita Terkait

Cuan dari Rumah! 5 Ide Jualan di Teras Rumah Kecil Tanpa Perlu Bangun Kios
11 Pohon Buah Minim Hama yang Bikin Pekarangan Rumah Tetap Bersih
Bosan Sate? Ini 10 Ide Olahan Daging Kurban Praktis dan Menggugah Selera
5 Penyebab Beras Cepat Berkutu dan Cara Mengatasinya
3 Solusi Sumur Resapan Kreatif untuk Halaman Rumah Sempit
9 Ide Usaha Rumahan Modal Kecil yang Banjir Cuan Saat Musim Hajatan Kampung
Cara Mudah Membuat Pakan Bebek Fermentasi dari Limbah Dapur
Cara Merebus Daun Pepaya Agar Tidak Pahit dan Tetap Hijau Segar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:00 WIB

Cuma Modal Drum Bekas! 5 Ide Ternak Rumahan Ini Ramah Kantong dan Cepat Cuan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:05 WIB

Cuan dari Rumah! 5 Ide Jualan di Teras Rumah Kecil Tanpa Perlu Bangun Kios

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

11 Pohon Buah Minim Hama yang Bikin Pekarangan Rumah Tetap Bersih

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Bosan Sate? Ini 10 Ide Olahan Daging Kurban Praktis dan Menggugah Selera

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00 WIB

5 Penyebab Beras Cepat Berkutu dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru