Britainaja – Laju harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mendadak berbalik arah cukup tajam pada perdagangan Selasa pagi, 30 Desember 2025. Logam mulia yang sempat perkasa di atas angka Rp2,59 juta per gram ini, kini harus rela terkoreksi dan kembali membayangi level psikologis Rp2,5 juta.
Penurunan ini tergolong cukup drastis di bandingkan fluktuasi harian biasanya. Melansir data resmi dari situs Logam Mulia, harga emas batangan merosot sedalam Rp95.000 hanya dalam kurun waktu satu malam. Alhasil, jika kemarin investor harus merogoh kocek Rp2.596.000, kini satu gram emas Antam bisa di tebus dengan harga Rp2.501.000.
Langkah mundur ini kerap di anggap sebagai “angin segar” bagi calon pembeli yang sedang menunggu momentum untuk masuk ke pasar. Namun, di sisi lain, pemilik emas yang berencana mencairkan aset mereka dalam waktu dekat mungkin perlu menghitung ulang strateginya.
Nilai Buyback Ikut Terpangkas
Koreksi signifikan ternyata tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga merembet ke harga beli kembali atau buyback. Antam menetapkan penurunan nominal yang identik, yakni berkurang Rp95.000 dari posisi sebelumnya.
Bagi masyarakat yang ingin melepas koleksi emasnya hari ini, harga buyback yang di patok berada di angka Rp2.360.000 per gram. Angka ini merupakan nilai yang di terima pemilik emas sebelum potongan pajak sesuai regulasi yang berlaku.
Rincian Harga Emas Antam Per Gram
Pergerakan harga ini bervariasi tergantung pada ukuran berat batangan yang di pilih. Semakin besar gramasi yang di beli, umumnya harga per gramnya menjadi lebih efisien karena biaya cetak yang lebih rendah.
Berikut adalah daftar harga terbaru emas Antam untuk berbagai pecahan:
| Pecahan (Gram) | Harga Dasar (IDR) |
| 0,5 Gram | 1.300.500 |
| 1 Gram | 2.501.000 |
| 5 Gram | 12.320.000 |
| 10 Gram | 24.560.000 |
| 50 Gram | 122.305.000 |
| 100 Gram | 244.460.000 |
| 1.000 Gram (1 kg) | 2.441.600.000 |
Sebagai informasi tambahan, pergerakan harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, serta situasi geopolitik dunia. Penurunan tajam hari ini menjadi pengingat bagi para investor bahwa meski emas adalah aset safe haven, fluktuasi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari investasi logam mulia. (Tim)















