Britainaja – Tren laptop tipis modern kini semakin gencar mengadopsi port USB-C sebagai standar tunggal. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak komputer kantor dan perangkat publik masih setia menggunakan port USB-A lama. Dilema konektivitas inilah yang coba di jawab oleh Apacer AH181, sebuah flash drive hybrid yang dirancang untuk menjembatani dua ekosistem perangkat yang berbeda.
Hadir dengan kemasan logam yang sangat mungil, perangkat ini menjanjikan kemudahan transfer data tanpa perlu lagi bergantung pada dongle tambahan. Redaksi kami mencoba mendalami sejauh mana performa dan ketangguhan yang di tawarkan oleh perangkat mungil ini dalam penggunaan harian.
Desain Logam Solid dengan Mekanisme Swivel 360 Derajat
Kesan mewah langsung terasa begitu menggenggam Apacer AH181. Alih-alih menggunakan material plastik, bodi perangkat ini di balut logam berwarna perak (Silver) yang memberikan kesan kokoh sekaligus elegan. Ukurannya pun sangat ringkas, hanya berkisar 3 cm, sehingga sangat praktis untuk di jadikan gantungan kunci atau di simpan dalam saku kecil dompet.
Salah satu fitur desain yang paling cerdas adalah penggunaan tutup putar atau swivel cap 360 derajat. Mekanisme ini menjadi solusi ampuh bagi masalah klasik pengguna flashdisk, yaitu kehilangan tutup pelindung. Selain melindungi port yang sedang tidak di pakai, material logamnya berperan sebagai pendingin pasif yang membantu menyebarkan panas saat proses transfer data besar berlangsung.
Konektivitas Ganda: Dari Laptop ke Smartphone Tanpa Ribet
Daya tarik utama dari Apacer AH181 terletak pada antarmuka ganda yang mengusung standar USB 3.2 Gen 1. Pengguna dapat dengan mudah memindahkan dokumen dari MacBook atau laptop Windows terbaru langsung ke smartphone Android maupun iPad yang sudah menggunakan port USB-C.
Fitur On-The-Go (OTG) pada perangkat ini bekerja secara plug-and-play dengan sangat mulus. Dalam pengujian kami, sebuah file video beresolusi tinggi dengan ukuran 4GB dapat di putar langsung di ponsel tanpa kendala laging. Hal ini menjadikannya solusi penyimpanan eksternal yang efisien bagi pengguna yang hobi mengoleksi konten multimedia tanpa ingin memenuhi memori internal ponsel.
Performa Transfer Data USB 3.2 Gen 1
Meskipun menyandang label USB 3.2 Gen 1 (setara dengan USB 3.0), perlu di garisbawahi bahwa perangkat ini adalah flash drive konvensional, bukan SSD eksternal. Secara teoritis, standar ini mendukung kecepatan hingga 5Gbps.
Dalam pengujian nyata, kecepatan bacanya tergolong impresif untuk kebutuhan membuka dokumen tugas, presentasi, atau memutar media. Sementara itu, kecepatan tulisnya berada di level standar flashdisk berkualitas tinggi di kelasnya. Performa ini sudah sangat mencukupi untuk memindahkan file tugas kuliah, kumpulan foto, hingga installer gim berukuran menengah dengan waktu tunggu yang wajar.
Kesimpulan
Di pasar global, varian 128GB dari Apacer AH181 di banderol dengan harga di kisaran Rp700 ribuan. Meski persaingan harga cukup ketat, nilai lebih yang ditawarkan perangkat ini terletak pada durabilitas material logamnya dan kenyamanan konektor ganda.
Dengan dukungan garansi resmi selama 5 tahun, produk ini merupakan investasi yang sangat layak bagi mahasiswa, pekerja profesional, hingga kreator konten. Apacer AH181 berhasil menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang menuntut mobilitas tinggi tanpa ingin dipusingkan oleh urusan adaptor atau converter tambahan. (Tim)















