Rupiah Menguat di Awal Pekan, Sentimen Global dan Domestik Mendukung Penguatan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaran uang rupiah bergambar pahlawan proklamator (Foto: Dokumentasi/BI)

Lembaran uang rupiah bergambar pahlawan proklamator (Foto: Dokumentasi/BI)

Britainaja Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan peningkatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan catatan Bloomberg, Senin (10/11/2025), rupiah berada pada posisi Rp16.672 per dolar AS atau menguat sekitar 0,11 persen di bandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di level Rp16.690 per dolar AS.

Penguatan ini memberi sinyal bahwa rupiah memiliki ruang untuk menguat sepanjang pekan, terutama jika didukung sentimen global dan domestik yang kondusif. Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, memperkirakan rupiah memiliki peluang bergerak menuju kisaran Rp16.680 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Menurutnya, perkembangan indeks konsumen di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu di perhatikan.

Fikri menjelaskan bahwa indeks sentimen konsumen di AS menurun sejak November 2024, atau sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Penurunan indeks ini tercatat mencapai 29,9 persen. Kondisi tersebut membuka harapan pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dan penurunan suku bunga The Federal Reserve dalam beberapa waktu mendatang. Jika suku bunga acuan di AS menurun, tekanan terhadap rupiah juga berpotensi berkurang.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini: Tembus Rp2.668.000 per Gram pada 3 Desember

Selain faktor eksternal, kondisi ekonomi domestik turut memberi dorongan positif. Kinerja penjualan kendaraan roda dua pada Oktober 2025 di laporkan meningkat. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor pada periode tersebut mencapai 590.362 unit, atau naik 4,08 persen di bandingkan September 2025. Peningkatan aktivitas konsumsi ini menandakan daya beli masyarakat masih terjaga dan menunjukkan dukungan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, Bank Indonesia memastikan tetap menjalankan langkah stabilisasi agar pergerakan rupiah tetap terjaga. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa BI terus aktif berada di pasar melalui beragam instrumen intervensi. Langkah tersebut meliputi operasi di pasar spot, pasar NDF (non-deliverable forward) luar negeri, hingga DNDF di dalam negeri. Termasuk kemungkinan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga keseimbangan likuiditas dan nilai tukar.

Baca Juga :  Bocoran Simulasi Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Mengacu UMP dan UMK!

Denny menegaskan bahwa prospek rupiah masih solid jika melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi yang terkendali, dan cadangan devisa yang memadai disebut menjadi fondasi penting. Selain itu, minat investor terhadap pasar SBN domestik juga masih cukup tinggi. “Prospek ekonomi Indonesia ke depan masih sangat besar, terutama dari sisi pertumbuhan,” ujar Denny.

Penguatan rupiah di awal pekan ini mencerminkan interaksi berbagai faktor global dan domestik. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter global, terutama keputusan The Fed dan arah nilai tukar dolar AS. Stabilitas rupiah ke depan sangat bergantung pada bagaimana Indonesia menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

Dengan kondisi saat ini, perhatian investor di arahkan pada data ekonomi global berikutnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Jika tekanan eksternal mereda dan indikator domestik tetap solid, ruang penguatan rupiah di perkirakan masih terbuka sepanjang kuartal berjalan. (Tim)

Berita Terkait

Kesenjangan Upah: Pekerja Laki-Laki Masih Kantongi Gaji Lebih Tinggi di 2026
Naik 26,2%, Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun
Pemerintah Guyur Subsidi 200 Ribu Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026
OJK Pastikan Sektor Keuangan Indonesia Tetap Tangguh Hadapi ‘Cuaca Buruk’ Global
Rupiah Melemah ke Rp17.440 Akibat Konflik Global & Harga Minyak
Harga BBM Nonsubsidi Naik Per 5 Mei 2026, Pertalite Tetap Stabil
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini: Saatnya Cek Koleksi Anda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Awal Mei yang Berkilau
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kesenjangan Upah: Pekerja Laki-Laki Masih Kantongi Gaji Lebih Tinggi di 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Naik 26,2%, Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pemerintah Guyur Subsidi 200 Ribu Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:00 WIB

OJK Pastikan Sektor Keuangan Indonesia Tetap Tangguh Hadapi ‘Cuaca Buruk’ Global

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.440 Akibat Konflik Global & Harga Minyak

Berita Terbaru

Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026. (Mike Coppola - Dimitrios Kambouris. ( GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Showbiz

Debut Bersejarah Karina dan Ningning aespa di Met Gala 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi - Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun.

Finansial

Naik 26,2%, Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 101 Triliun

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Mobil konsep iCAR Robox Concept turut unjuk gigi di panggung Beijing Auto Show 2026. (Liputan6.com)

Otomotif

SUV Masa Depan: iCAR Siapkan V29 dan Mobil Pintar Berbasis AI

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB