Britainaja — Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Tim produksi drama Korea populer, Perfect Crown, terpaksa menyudahi operasional pop-up store mereka di mall megah The Hyundai Seoul lebih awal dari jadwal semula.
Langkah drastis ini menjadi buntut dari gelombang protes netizen yang mengkritik keras dugaan distorsi sejarah dalam drama tersebut.
Krisis Operasional di Tengah Protes yang Memanas
Pihak penyelenggara resmi menutup toko suvenir tersebut mulai Senin, 25 Mei 2026, atau tiga hari lebih cepat dari rencana awal. Padahal, para penggemar masih antusias berburu merchandise resmi drama ini hingga Sabtu, 23 Mei kemarin.
Untuk meredam situasi, manajemen kini mengalihfungsikan ruang tersebut menjadi area pameran biasa. Melalui pesan singkat, panitia menyampaikan permohonan maaf kepada para pemegang tiket pre-sale dan berdalih bahwa penutupan ini terjadi karena “kendala operasional di lapangan”.
Namun, para pengamat industri hiburan menilai sebaliknya. Melansir laporan Korea JoongAng Daily, publik meyakini bahwa keputusan ini merupakan langkah darurat untuk meredam kemarahan penonton yang kian memuncak.
Detail Kesalahan Fatal di Episode 11
Gelombang kritik ini bermula saat penonton menemukan kejanggalan dalam upacara penobatan raja pada episode 11, yang mengudara pada 15 Mei 2026 lalu.
Para ahli sejarah dan netizen menyoroti dua kesalahan fatal berikut:
-
Mahkota Raja: Pemeran raja mengenakan mahkota dengan sembilan rumbai. Padahal, dalam sejarah, jumlah tersebut melambangkan status negara bawahan. Sebagai negara berdaulat, raja Korea seharusnya memakai mahkota dengan dua belas rumbai.
-
Dialog Pejabat Istana: Para aktor yang memerankan pejabat istana meneriakkan kata “cheonse” (panjang umur seribu tahun). Kalimat ini dinilai merendahkan martabat bangsa, karena penguasa Korea seharusnya menerima seruan “manse” (panjang umur sepuluh tahun).
Publik khawatir kesalahan detail ini justru memperkuat klaim Proyek Timur Laut Tiongkok yang selama ini sensitif bagi masyarakat Korea Selatan.
Respons Cepat Stasiun TV dan Permintaan Maaf IU
Sadar akan sensitivitas isu tersebut, stasiun TV pengusung Perfect Crown langsung mengambil tindakan tegas. Mereka berjanji akan menghapus total adegan bermasalah tersebut dari seluruh layanan streaming setelah proses penyuntingan ulang selesai.
Secara ksatria, jajaran kru dan pemain utama juga langsung turun tangan untuk menenangkan publik. Sutradara Park Jun-hwa, penulis naskah Yoo Ji-won, serta dua bintang utama, IU dan Byeon Woo-seok, merilis surat permintaan maaf terbuka. Mereka menyesali kelalaian tersebut dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggarap proyek berlatar belakang sejarah di masa depan. (Tim)






