Britainaja – Berapa jam waktu yang Anda habiskan di depan layar hari ini? Bagi banyak pekerja kantoran maupun kreator konten, menatap monitor selama delapan jam atau lebih sudah di anggap lumrah. Namun, tubuh manusia sebenarnya tidak di rancang untuk menatap cahaya biru dari jarak dekat dalam durasi yang sangat panjang. Keluhan seperti mata perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala yang menjalar ke leher sering kali di anggap remeh, padahal itu adalah sinyal protes dari saraf mata Anda.
Kondisi tersebut di kenal dalam dunia medis sebagai Computer Vision Syndrome (CVS). Gejalanya sering muncul perlahan, mulai dari rasa mengganjal di kelopak mata hingga sensitivitas berlebih terhadap cahaya. Untuk mengatasinya, para ahli kesehatan mata dunia menyarankan sebuah teknik sederhana yang bisa di lakukan siapa saja tanpa harus meninggalkan meja kerja, yakni metode 20-20-20.
Aturan ini bekerja dengan ritme yang sangat praktis. Setiap kali Anda sudah fokus menatap layar selama 20 menit, berhentilah sejenak. Alihkan pandangan Anda dari monitor selama 20 detik, lalu arahkan mata untuk melihat objek apa pun yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter. Jarak 6 meter ini krusial karena pada titik itulah otot-otot di dalam bola mata bisa berada dalam posisi rileks sempurna, setelah sebelumnya menegang saat memproses objek jarak dekat.
Manfaat metode ini ternyata melampaui kesehatan fisik semata. Mengalihkan pandangan secara berkala mampu memutus siklus kelelahan mental yang sering memicu stres di tengah pekerjaan. Jeda 20 detik bertindak seperti napas buatan bagi otak agar tidak mengalami overload informasi. Dengan memberikan mata waktu untuk beristirahat, Anda secara tidak langsung memberikan sinyal pada sistem saraf pusat untuk menurunkan ketegangan, sehingga fokus kembali tajam saat Anda kembali bekerja.
Agar teknik ini benar-benar efektif, pastikan Anda juga mengatur pencahayaan ruangan dengan baik. Layar yang terlalu terang di ruangan gelap akan memaksa mata bekerja dua kali lebih keras. Selain itu, jangan lupa untuk berkedip lebih sering saat melakukan jeda. Menatap layar cenderung membuat frekuensi berkedip manusia berkurang drastis, yang berujung pada mata kering. Jika Anda sering lupa, memanfaatkan aplikasi pengingat waktu atau sekadar menempelkan catatan kecil di sudut monitor bisa menjadi langkah awal yang sangat membantu.
Investasi waktu hanya 20 detik setiap sepertiga jam mungkin terlihat sepele. Namun, konsistensi dalam melakukan kebiasaan kecil ini akan menyelamatkan kesehatan penglihatan Anda dalam jangka panjang. Mulailah mengatur alarm sekarang juga sebelum mata Anda kembali merasa terbebani oleh paparan radiasi layar yang tak berkesudahan. (Tim)















